Genjitsu de Rabukome Dekinai to Dare ga Kimeta? [LN] - Jilid 4 Epilog 2 - Lintas Ninja Translation

[Peringatan 15+]

Epilog 2
"Semua Orang" Telah Memutuskan Kalau Kita Tidak Dapat Menjalankan Kisah Komedi Romantis di Dunia Nyata

Baca-RabuDame-LN-Jilid-4-Epilog-2-Bahasa-Indonesia-di-Lintas-Ninja-Translation

─Detak jantungku, tidak kunjung berhenti.

Di atas atap yang mulai diselimuti kegelapan malam.

Aku bersandar pada dinding gudang sambil memegangi dadaku yang mulai terasa sakit.

"─Apa sekarang kamu sudah mengerti? Ke mana kamu yang tidak biasa-biasa saja ini akan berakhir."

Suara "Sang Heroin Utama" yang selama ini bergema di telingaku, kini sudah terasa jauh.

Saat ini, Kiyosato-san cuma melontarkan kata-kata itu sebagai juru bicara realitas yang menghancurkan "Kisah Komedi Romantis".

"Aku tidak tahu cita-cita kayak apa yang kamu kejar. Tetapi kalau—"

Tuk, tuk. Suara langkah kaki Kiyosato-san menjauh satu langkah.

"Kalau kamu mengejar cita-cita yang dipenuhi senyuman semua orang, kayak yang ada di dalam novel remaja. Kalau kamu melakukan hal-hal yang tidak biasa-biasa saja demi itu… …yang menantimu di ujung jalan yakni 'akhir yang paling buruk'."

Tuk, tuk. Satu langkah lagi.

"Soalnya, 'orang-orang yang biasa-biasa saja' di sekitarmu itu tidak mengejar cita-cita kayak gitu."

Tuk.

"Aku tidak butuh cita-cita yang tidak dapat aku dapatkan kecuali terus berusaha keras. Aku tidak mau melihat cita-cita yang tidak ada hubungannya denganku."

Tuk.

"Dalam keseharian yang biasa-biasa saja, sambil bergumam, 'Iya, begitulah kenyataannya,' tidak ada cara lain buat dapat tertawa bersama 'orang-orang yang biasa-biasa saja' itu."

Tuk.

"Orang-orang yang biasa-biasa saja pasti akan menampakkan taringnya pada orang yang mengabaikan hal itu dan mencoba menyeret mereka ke dalam cita-citanya."

Tuk─.

Kiyosato-san berhenti sejenak.

"Dan, Ayano yang paling dekat denganmu itu—dia cewek yang biasa-biasa saja, loh. Sama kayak Mi-chan."

─Ah.

"Sebesar apapun cita-cita yang kita tempelkan dari atas, pada akhirnya kita tetaplah orang yang biasa-biasa saja."

Sebuah rasa dingin menjalar.

"Berusaha keras, berusaha keras, tetapi tidak dapat terus-menerus sesuai cita-cita, dan akhirnya terjebak di antara cita-cita dan kenyataan—"

Mataku berkedap-kedip.

"Penderitaan kayak gitu… …apa Nagasaka-kun berniat membuatnya dirasakan oleh 'teman masa kecil'-mu?"

Aku tidak dapat bernapas.

"Kalau sekarang, masih dapat dihindari agar tidak sampai ke titik terburuk yang paling buruk. Masih dapat berbalik arah di saat-saat terakhir. Jadi, berhentilah mengejar cita-citamu di sini. Iya—"

Dan—.

Cewek yang dulunya itu "Sang Heroin Utama" di dalam "Kisah Komedi Romantis"-ku itu.

"Sebelum kamu membuat Ayano mengkhianatimu, ya—"

Akhirnya, dengan meninggalkan kata-kata kayak gitu.

Kiyosato-san pun pergi dari hadapanku.

─Dunia Kisah Komedi Romantis.

Itulah surga ideal terbaik yang dipenuhi dengan segudang impian dan harapan remaja.

─.

─…Benarkah?

Benarkah, begitu?

Kalian semua─.

Bukannya kalian sama sekali tidak merasa kalau Kisah Komedi Romantis itu merupakan gambaran ideal yang sejalan dengan dunia nyata?

Kisah Komedi Romantis, bagaimanapun juga, cuma dongeng belaka.

Itu merupakan hasil khayalan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan diriku, yang cuma ada di dunia dua dimensi.

Baik keagungan maupun keindahannya.

Segalanya, segalanya, cuma kebohongan dan tiruan belaka.

Berangan-angan kalau aku pun mau punya hal kayak gitu, sungguh...

Mengira kalau "Aku mesti berusaha sekuat tenaga buat mendapatkannya,"

Bukannya itu cuma hal yang tidak biasa-biasa saja dan justru merepotkan orang lain?

Jadi—.

Seberapa pun banyak informasi yang dikumpulkan, seberapa pun matang persiapannya.

Seberapa pun banyak "Karakter" yang dicari, seberapa pun banyak "Ajang" yang direncanakan.

Seberapa pun aku berusaha tetap setia pada diriku sendiri.

…Tidak.

Semakin aku berusaha tetap setia pada diriku sendiri,

"Akhir yang Bahagia" yang aku cita-citakan justru semakin menjauh—bukannya begitu?

"…Lagipula, ya..."

Cita-cita yang tidak punya "Sang Heroin Utama".

Kisah di mana "Sang Heroin Utama" sama sekali tidak dapat menyelamatkan cita-cita itu.

"Itu, tidak dapat disebut Kisah Komedi Romantis, bukan…?"

Kisah Komedi Romantis di dunia nyata pasti tidak akan berakhir dengan "Akhir yang Bahagia".

Lalu.

"Ah..."

Orang yang paling dekat denganku—.

Kalau memang begitulah kenyataan di dalam Kisah Komedi Romantis-ku, di mana kita cuma dapat membuat orang tersebut menderita.

—Hal kayak gitu.

"Bukanlah cita-cita yang pantas diwujudkan—"

Follow Channel WhatsApp Resmi Kami: https://whatsapp.com/channel/0029VaRa6nHCsU9OAB0U370F

Baca juga:

ImoUza Light Novel Jilid 1-11 Bahasa Indonesia

Baca juga dalam bahasa lain:

Bahasa Inggris / English

←Sebelumnya           Daftar Isi          Selanjutnya→

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama