[Peringatan 15+]
Interlud 2Kesenjangan Kiyosato dengan Orang yang Biasa
─Gondola keempat dari sini.
"Ah, begitu ya. Jadi begitulah. Sekarang aku paham semuanya."
"Maaf banget.... Aku tidak menyangka kalau bakalan jadi begini..."
"Ah, tidak apa-apa, ini bukan kesalahan Miharu-chan. Iya, memang tidak dapat dihindari, bukan?"
"..."
"Jadi, itu yang mau kamu bicarakan?"
"…Eh, bukan. Begini…"
"Hah?"
"Mitaka, maksudku. Ke depannya… …kamu mau jadi apa dengan Mei?"
"…, Ah, maaf. Aku tidak paham maksudmu."
"Kamu tidak perlu pura-pura. Aku sudah tahu, kok."
"…Aku yang begini, tampak jelas? Kemarin Asahi juga bilang begitu padaku…"
"Eh… …apa kata Oomori-kun?"
"Tidak, Asahi bilang, 'Kamu puas jadi teman selamanya?'"
"Terus kamu jawab apa?"
"Ah, waktu itu aku cuma mengelak. Lalu Asahi mulai bilang, 'Silakan saja kalau mau begitu, tetapi aku juga akan melakukan apa yang aku mau,' gitu deh."
"…!"
"Kadang-kadang Asahi itu susah dimengerti… ...kalau ditanya juga tidak mau jawab."
"…Mitaka, kamu."
"?"
"Sebenarnya, nih─"
─.
"─Benarkah? Eh, semuanya sungguhan?"
"…Iya."
"Benarkah… …S*alan, eh, jadi begitu, makanya Oomori-kun melakukan hal kayak gitu…"
"Jadi, mau membantuku? Aku juga bakalan membantumu, kok."
"Ah, eh... ...gini, aku senang kalau kamu mau membantuku. Tetapi, di dalam situasi kayak gini─"
"Aku tahu."
"─"
"Aku memang tahu, tetapi... ...aku tidak dapat terus begini."
"…Miharu-chan."
"Maaf… …Aku benar-benar payah, ya?"
"Tidak, kok. Aku juga paham perasaanmu, jadi tidak dapat dihindari."
"Kalau begitu─."
"…Iya juga. Memang membuat kesal, tetapi Asahi benar. Lebih baik bersikap tenang dan patuh kayak gini ketimbang ribut-ribut. Oke, aku sudah memutuskan!"
"…Maaf ya… …Sungguh, maaf…"
"Ah, jangan bilang begitu, mengapa kamu minta maaf? Bukannya kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa."
"…"
"Lagipula… …memang sih, ngomong seenaknya gini itu yang biasa, ya─."
◆
─Gondola keenam dari sini.
"Tetapi, iya. Kiyosato itu kayak selalu mengaku-ngaku jadi pemimpin di mana pun dia berada. Kayak sok penting gitu."
"Eh, benarkah? Menurutku sih tidak begitu..."
"Wah, apa-apaan kamu, sih? Apa kamu salah paham karena sering main bareng Kiyosato?"
"Kamu gampang banget ditipu. Cuma karena Kiyosato minta tukar kontak, kamu langsung jatuh cinta?"
"I-Itu tidak benar! Cuma, Kiyosato itu tidak seburuk itu, maksudku..."
"Dengarkan nih, ya… …Pasti Kiyosato cuma pura-pura saja. Bukannya ada rumor kalau Kiyosato itu mantan bintang cilik."
"Bukan, Kiyosato itu model majalah. Aku pernah lihat Kiyosato dimuat dengan slogan kayak 'Bidadari di Sudut Jalan'."
"Lagipula, cewek cantik sekelas nasional kayak gitu mustahil mau ngobrol sama kita orang biasa? Dunia kita beda banget, bukan?"
"…Yah, kalau dibilang begitu..."
"Lagipula, itu pasti cuma buat cari poin saja. Dari cara Kiyosato dikelilingi oleh cowok-cowok tampan saja sudah dapat ditebak, maksudku..."
"Jadi, Kiyosato menempatkan cewek yang biasa-biasa saja di sampingnya buat bikin dirinya tampak lebih keren, bukan? Cewek itu benar-benar cuma dijadikan boneka saja, ya."
"Ah, jadi makanya itu pasangan mereka tampak tidak cocok banget... ...Kalau memang begitu, mustahil, deh."
"─Yah, tetapi, menurutmu? Nanti Kiyosato bakalan dapat balasan yang pahit, bukan?"
"Eh, Ririko, kamu menyeramkan. Apa-apaan, mau mengasih pelajaran di belakang punggung Kiyosato atau bagaimana?"
"Mustahil, dong. Aku bukan tipe cewek nakal yang kepalanya jelek gitu. Mustahil aku melakukan hal yang mencolok kayak gitu sampai menghancurkan masa depanku sendiri."
"Jadi, maksudmu bagaimana…?"
"Maksudku, bukan? Bidadari yang tinggal di dunia yang berbeda sama manusia biasa, mustahil dapat bersama-sama?"
Support kami: https://trakteer.id/lintasninja/Follow Channel WhatsApp Resmi Kami: https://whatsapp.com/channel/0029VaRa6nHCsU9OAB0U370F
Baca juga:
• ImoUza Light Novel Jilid 1-11 Bahasa Indonesia
Baca juga dalam bahasa lain:
Follow Channel WhatsApp Resmi Kami: https://whatsapp.com/channel/0029VaRa6nHCsU9OAB0U370F
Baca juga:
• ImoUza Light Novel Jilid 1-11 Bahasa Indonesia
Baca juga dalam bahasa lain:
