Genjitsu de RabuKome Dekinai to Dare ga Kimeta? [LN] - Jilid 3 Ekstra 1 - Lintas Ninja Translation

Baca-Rabudame-LN-Jilid-3-Ekstra-1-Bahasa-Indonesia-di-Lintas-Ninja-Translation

Ekstra 1
Selalu Sendirian

Aku selalu senang bersenang-senang sejak kecil. Mencoba hal-hal baru itu memang mengasyikkan, menyelesaikan tugas-tugas yang sulit itu memang menggembirakan, dan melakukan sesuatu yang sedikit berbahaya itu memang mendebarkan.

Aku terutama menyukai Festival Distrik Perbelanjaan, yang penuh dengan kesenangan dan kegembiraan. Aku akan sangat bersemangat dengan festival-festival tersebut sehingga aku tidak dapat tidur di malam hari sepanjang tahun. Di rumah, orang tuaku sering mengomeliku dengan "Jangan lakukan ini!" dan "Jangan lakukan itu!", jadi sungguh asyik buat menemukan ide buat festival yang dapat diikuti oleh semua orang dan membangunnya bersama-sama.

—Dan lalu, aku menemukan keasyikan yang sama.

Atas desakan Kakek, aku mengunjungi Festival Budaya Sekolah SMA Kyou-Nishi, di mana aku mendapati mural besar yang terbuat dari karton susu, kios-kios darurat yang dibuat dengan menata meja, rumah hantu yang terbuat dari karton di dalam kelas, dan pertunjukan panggung yang membuat semua orang yang berada di tempat itu bersemangat...

Aku menyadari bahwa tempat yang tidak asing lagi, sekolah yang mestinya buat belajar, dapat jadi tempat yang mempesona dan menyenangkan. Di SMA Kyou-Nishi inilah aku mengetahui hal ini buat pertama kalinya.

—Aku mau membuat sekolahku jadi tempat yang asyik, kayak gini.

Kalau aku dapat bersenang-senang setiap hari di sekolah, itu akan kayak membuat seluruh dunia jadi menyenangkan. Memikirkan buat mengejar dan mewujudkan cita-cita ini membuatku merinding.

Makanya aku—

Bertekad buat melakukan yang terbaik demi mewujudkannya.

'Sacchan, kamu luar biasa!'

'Penjasorkes memang sangat asyik!'

'Aku tidak akan kalah lagi lain kali!'

—Di SD. Semua orang bersemangat dan setuju dengan ideku buat membuat pelajaran jadi lebih menyenangkan.

Tentu saja, itu sangat asyik, setiap hari merupakan yang terbaik, dan aku berharap saat itu dapat berlangsung selamanya.

'Sachi, ini gila! Kamu akan meyakinkan guru itu?!'

'Keadaan semakin memanas sekarang!'

'Sepupuku bekerja di toko musik, jadi aku dapat meminta bantuannya!'

'Apa kamu serius?! Ini akan tercatat dalam sejarah, bukan?!'

—Di SMP.

Aku berjuang buat mengubah ajang-ajang sekolah yang sangat membosankan. Kadang-kadang aku dighibahkan, dan para guru menatapku dengan tatapan tidak setuju, tetapi ajang yang kami buat benar-benar menyenangkan, dan semua orang sangat puas.

—Dan kemudian, aku masuk ke SMA Kyou-Nishi yang sudah lama aku kagumi.

Dengan kebebasan yang lebih besar ketimbang di SMP, aku bertekad demi membuat sekolah ini jadi lebih menyenangkan, sampai-sampai sejarah festivalnya jadi tidak bermakna kalau dibandingkan. Aku segera bergabung dengan OSIS dan mulai melakukan reformasi, memunculkan ide-ide baru siang dan malam tanpa kurang tidur.

...Namun, suatu hari.

Seorang teman yang pernah bekerja sama denganku dalam Festival Musik di SMP bilang begini:

'Sachi, mungkin kamu mesti bertindak sedikit lebih dewasa.'

—Hah? Apa maksudmu?

'Iya, kamu sudah SMA sekarang. Aku rasa sudah waktunya buat mengurangi antusiasme yang kekanak-kanakan...'

—Kekanak-kanakan?

'Melakukan apapun yang kamu mau tanpa ada batasannya mungkin... ...Iya, itu agak tidak keren.'

—Tidak keren... ...mungkin?

'Ada juga Ujian Masuk Universitas yang mesti dipertimbangkan. Kamu tidak bisa cuma fokus buat bersenang-senang sepanjang waktu.'

—Tetapi, bukannya dengan begini akan lebih asyik? Kalau lebih asyik, bukannya mestinya kita melakukannya?

'...Oke, kalau itu yang kamu mau, Sachi. Tetapi aku rasa kamu mesti lebih memperhatikan orang-orang di sekitarmu.'

—Mendengar hal itu, aku menyadari buat pertama kalinya.

Kalau semua orang di sekitarku—

Tidak lagi mau jenis 'keasyikan' yang aku cari.

—Itu benar, itu dia.

Sampai sekarang, aku dapat melakukan apapun yang aku mau, karena semua orang menerimanya.

Aku dapat bersenang-senang karena semua orang bergabung.

Tetapi mulai sekarang.

Semakin aku mencari keasyikan, semakin aku menjauh dari orang lain.

Semakin aku mau menikmatinya sendiri, aku akan jadi semakin kesepian.

...Ah, itu benar.

Makanya aku—

Follow Channel WhatsApp Resmi  Kami: https://whatsapp.com/channel/0029VaRa6nHCsU9OAB0U370F

Baca juga:

• ImoUza Light Novel Jilid 1 Bahasa Indonesia

Baca juga dalam bahasa lain:

Bahasa Inggris / English

←Sebelumnya          Daftar Isi           Selanjutnya→

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama