Kūruna Megami-sama to Issho ni Sundara, Amayakashi Sugite Ponkotsu ni shite Shimatta Kudan ni Tsuite - Jilid 1 Bab 3 Bagian 1 - Lintas Ninja Translation

Kūruna-Megami-1-3-1

Bab 3
Menyelamatkan Sang Dewi.
(Bagian 1 dari 4)

Dalam perjalanan ke rumah sepulang sekolah keesokan harinya, aku menahan diri dari menguap.

Aku tidak bisa tidur nyenyak semalam.

Pemikiran orang lain tidur di bawah atap yang sama denganku membuatku sangat gugup sehingga aku tidak bisa tidur.

Aku malah semakin gugup karena orang yang tidur bersamaku adalah sang dewi sekolah.

Aku rasa Mikoto-san mungkin tidak dapat tidur nyenyak juga.

Ketika aku bangun di pagi hari, Mikoto-san tidak ada di sana. Dia sudah berangkat ke sekolah duluan.

Iya, kalau kami berangkat ke sekolah di saat yang sama dan berangkat dari rumah yang sama, kami mungkin akan bertemu dengan seseorang yang kami kenal dan menimbulkan kesalahpahaman yang merepotkan.

Lagipula, kami benar-benar jarang mengobrol bersama di ruang kelas, dan kami pulang ke rumah kami masing-masing.

Saat aku meninggalkan stasiun dan berjalan menanjak ke apartemenku, angin yang kencang bertiup melalui udara.

Anginnya kencang bertiup melalui udara, meniup daun-daun mati melayang di udara dan menerbangkan daun-daun itu dengan debu dan bongkahan tanah sepanjang jalan.

Dingin lagi hari ini.

Aku menggigil.

Aku bilang ke Mikoto-san kalau aku akan meminjamkan mantelku padanya, tetapi tampaknya dia berangkat ke sekolah tanpa mengenakan itu. Aku penasaran apakah Mikoto-san akan segera masuk angin.

Saat aku sedang berjalan tanpa tujuan, memikirkan segala macam hal, aku tiba-tiba ditepuk dari belakang.

Terkejut, aku melihat ke sekeliling dan mendapati dua orang siswi SMA, yang tampak seperti adik kakak, cekikikan. Mereka berdua mengenakan mantel dingin di luar seragam sekolah mereka.

"Maaf~... Aki-kun... karena telah mengagetkanmu..."

Cewek yang berambut pendek yang memanggilku "Haruto" merupakan teman masa kecilku, Sasaki Kaho.

Matanya yang besar berkilau dengan ceria.

Cewek lainnya yang memanggilku "Aki-kun", merupakan teman Kaho, Sakurai Yukino.

Dia itu agak pendek dan berambut semi-pendek.

Cewek pendiam dengan kacamata berbingkai merah yang mengesankan.

Ngomong-ngomong, "Aki-kun" itu datang dari "Aki" dari "Akihara".

Yukino telah menjadi sahabat Kaho sejak SMP, dan setelah aku dicampakkan, dia yang membantuku berbaikan dengan Kaho.

Dia telah menjadi temanku juga sejak SMP, dan kami masuk ke SMA yang sama.

"Sudah lama tidak pernah melihat kalian, Kaho dan Yuki, pulang sekolah bersama-sama lagi. Tumben, jadi, ada apa?"

Kataku.

Yuki merupakan kependekan untuk Yukino, dan aku selalu memanggilnya begitu dikarenakan suatu insiden kecil.

Kaho cekikikan.

Aku rasa dia pasti punya pemikiran aneh.

"Haruto, kamu baru beli gim baru, bukan, gim pertarungan dengan semua karakter yang berbeda-beda?"

Aku rasa Kaho mengacu pada gim video yang baru saja rilis dan aku beli pekan lalu.

Di dalam gim, kamu mengendalikan karakter dari beberapa gim video yang terkenal, dan kamu akan menang kalau karaktermu menghancurkan karakter lawanmu dari lapangan gim.

Itu gim yang keren untuk dimainkan dengan banyak teman, dan aku berencana untuk mengundang temanku Ooki dan yang lainnya ke rumahku untuk diajak main gim itu bersama.

Rumahku sangat berguna untuk hal semacam ini karena nyamannya tinggal sendirian.

Kalau dipikir-pikir lagi, tentu saja aku mesti merahasiakan kenyataan bahwa Mikoto-san menetap di rumahku dari teman-teman sekelasku.

Kalau mereka tahu, itu akan menjadi masalah besar, dan aku tidak tahu apa yang akan mereka katakan.

Dan itu berarti aku tidak akan bisa dengan santai mengundang mereka kemari lagi, iya kan?

Aku terkejut dan berpikir sendiri, kalau begitu  tidak ada gunanya membeli gim ini....

"Kamu tahu, Yuki ingin bermain gim pertarungan."

"Ehh?"

Ketika aku menatap ke arah Yuki, dia menganggukkan kepalanya, pipinya memerah.

Kalau diingat-ingat lagi, Yuki suka gim video.

Tetapi ketika membicarakan tentang itu tempo hari, aku rasa Yuki telah membeli gim yang sama.

"Yuki bilang kalau dia ingin bermain gim itu bersamamu, Haruto. Tidak banyak cewek yang bermain gim itu, jadi dia tidak punya lawan untuk diajak main bersama."

"Ka-Kaho, jangan bilang begitu..."

"Hei, tidak apa-apa, bukan, Haruto? Ah, tentu saja aku akan bermain juga!"

Kaho mengatakannya dengan senyuman ceria dan riang.

Yuki, di sisi lain, menarik lengan baju seragam sekolah Kaho dan memasang wajah kesulitan dan malu.

Begitu ya.

Aku dapat mengerti ceritanya.

Dengan kata lain, mereka berdua mau mampir ke rumahku dan bermain gim.

Biasanya, aku akan menyambut mereka.

Terutama Kaho, yang sudah jarang sekali datang ke rumahku lagi setelah gagalnya pengakuan cintaku, tetapi dia hari ini dengan sukarela mau datang ke rumahku.

Aku sangat senang mendengarnya kalau Kaho mau datang ke rumahku lagi, persis seperti yang pernah dia lakukan sebelumnya.

Ini berkat permintaan Yuki yang ingin bermain gim, dan aku masih belum cukup berterima kasih padanya.

Namun.

Apa yang akan terjadi kalau mereka berdua datang ke rumahku?

Ada peluang besar kalau mereka akan berpapasan dengan Mikoto-san.

Mereka berdua dulu sering datang ke rumahku, dan aku rasa biasanya mereka menetap sampai larut malam pada kesempatan-kesempatan itu.

Jadi, berdasarkan pengalamanku, Mikoto-san mungkin akan kembali ke rumahku di saat mereka pulang.

Itu mungkin akan buruk.

Aku merasakan keringat membasahi wajahku meskipun kenyataannya, ini masih musim dingin.

Dia melompat ke arahku dan cekikikan.

Lalu dia menatapku dengan mata terbalik.

"Haruto? Kami tidak boleh mampir, nih?"

Aku jadi kesulitan ketika dia bertanya begitu padaku.


←Sebelumnya            Daftar Isi         Selanjutnya→

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama