Genjitsu de Rabukome Dekinai to Dare ga Kimeta? [LN] - Jilid 4 Interlud 4 - Lintas Ninja Translation

[Peringatan 15+]

Interlud 4
Keterputusan dari yang Biasanya

Baca-RabuDame-LN-Jilid-4-Interlud-4-Bahasa-Indonesia-di-Lintas-Ninja-Translation

─Obrolan beberapa teman sekelas setelah Festival Budaya.

"Kayaknya… …setelah selesai, rasanya benar-benar kayak panggung tunggal Mei, ya."

"Baik kios maupun pertunjukan drama, semuanya jadi bahan obrolan karena Mei…"

"Soal Penghargaan Terbaik itu, rasanya tidak sampai ke hati ya… …Semuanya berjalan sesuai arahan orang lain, dan sebelum sadar, Ajang sudah selesai."

"…Jujur saja, apa kita benar-benar dibutuhkan, sih?"

"Aku merasa, 'Bukannya Mei dapat mengurus semuanya sendiri tanpa kita mesti repot-repot, bukan?'"

"Lagipula, kita bahkan belum pernah diajak berkonsultasi. Kita cuma dipaksa menerima keputusan yang sudah Mei ambil."

"Maknanya, 'Tidak ada yang perlu dibicarakan sama orang-orang di bawah,' bukan? Kayak, 'Meskipun kita bilang, mereka juga tidak bakalan mengerti, bukan?'"

"Kalau begitu, mendingan Mei mengurus sendiri dari awal saja. Konyol banget."

"Entah mengapa… …tiba-tiba aku jadi tidak peduli lagi."

"Iya sih. Entah mengapa, setiap kali bareng Kiyosato, yang ada cuma hal-hal yang membuatku lelah."

"Kalau begitu, mendingan jangan dekat-dekat saja, bukan? Lagipula, Kiyosato pasti tidak bakalan repot-repot meskipun kita cuek."

"Memang sih, Kiyosato kelihatan santai banget meskipun sendirian. Kiyosato memang tidak biasanya."

"Kiyosato memang beda dari kita, tidak biasanya, dan itu tidak apa-apa, bukan?"

─Obrolan beberapa teman sekelas saat sedang membereskan barang-barang.

"Ngomong-ngomong, mengapa Mei bisa selalu tenang begitu, sih?"

"Waktu Matsubara pingsan, Mei itu satu-satunya yang tetap kayak biasanya..."

"Bukannya itu terlalu jutek? Padahal kita sudah berjuang bersama sampai saat itu, mustahil dapat langsung beralih begitu saja. Biasanya, sih..."

"...Lagipula, setelah itu Mei dengan santainya langsung jadi pemeran utama."

"Mungkin sebenarnya Mei memang mau, bukan? Kayak, 'Wah, pas banget, beruntung deh,' begitu."

"Entah mengapa, Mei bahkan hafal dialognya dengan sempurna. Mungkin saja."

"Atau, mungkin saja… …Mei yang memaksa Mattsun bekerja sampai seperti itu juga"

"Memang benar… …ada kemungkinan Mei memanfaatkan posisi Mattsun buat membebankan pekerjaan berat itu padanya sendiri."

"Ah, kayaknya memang mustahil sampai segitunya… …tetapi, rasanya bukan mustahil juga. Lagipula, ini Mei."

"Mei memang tidak biasanya."

"Mei memang selalu sangat peka, loh. Kadang-kadang sampai membuatku merinding."

"Sebenarnya, bukannya kita semua sedang dikendalikan oleh Mei?"

"Wah, itu parah banget. Rasanya kayak, 'Kita bukan mainanmu, loh.'"

"Mei itu orang gila. Kalau begitu, aku tidak mau dekat-dekat Mei lagi."

─Di sebuah kafe dekat sana, obrolan beberapa teman sekelas.

"Seriusan, apa-apaan pernyataan cinta di depan umum itu…! Astaga, ini benar-benar parah banget…!"

"Mengapa Zomu-kun melakukan hal kayak gitu…?"

"Loh, bukannya dulu ada rumor soal keributan hebat. Pasti Zomu-kun mencoba mengalahkan Oomori."

"Lagipula, Mei juga, deh! Dalam keadaan seburuk itu, Mei tidak perlu repot-repot jadi pemeran utama!"

"Siapapun pasti dapat menebak bakalan jadi kayak gitu, kalau dalam keadaan normal, sih."

"Rasanya kayak sudah diajak pacaran saja, bukan? Terus ditolak gitu, benar-benar tidak mengerti, deh."

"Mungkin Mei mau jadi Heroin Utama dalam drama bergenre tragedi? Kayak, 'Aku dipermalukan, kasihan banget aku,' gitu."

"Atau mungkin justru Mei merasa repot karena terlalu digemari? Mungkin Mei cuma mau menaikkan status dirinya sendiri?"

"Padahal Mei tahu perasaan kita…! Kejam banget…!"

"Lagipula, Mei terlalu mencampuradukkan urusan pribadi dan tugas. Rasanya kayak, 'Mengapa sih Mei seenaknya bersemangat dan merusak suasana?'"

"Itu benar-benar tidak dapat dibenarkan, bukan? Kita juga ikut kena imbasnya, loh."

"…Ah, sudahlah, mending diabaikan aja, bukan? Jelas ini akibat perbuatan sendiri, bukan?"

"Setuju. Sebenarnya, aku sudah lama curiga kalau Mei itu mencurigakan, sih."

"Aku juga, aku juga. Bagaimana ya, bisa tidak sih Mei terus-terusan bersikap baik kayak gitu?"

"Pasti ada sesuatu di baliknya. Kalian tidak ngerasa gitu? Cewek-cewek tipe kayak gitu biasanya begitu, bukan?"

"Benar-benar, mending Mei pergi saja ke mana gitu deh…"

Follow Channel WhatsApp Resmi Kami: https://whatsapp.com/channel/0029VaRa6nHCsU9OAB0U370F

Baca juga:

ImoUza Light Novel Jilid 1-11 Bahasa Indonesia

Baca juga dalam bahasa lain:

Bahasa Inggris / English

←Sebelumnya           Daftar Isi          Selanjutnya→

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama