[Peringatan 15+]
Prolog 1Kalau Kita Tidak Dapat Menjalankan Kisah Komedi Romantis di Dunia Nyata──
"Hah?"
Di bawah langit mendung, di atap gedung yang sepi.
Tanpa memahami makna siaran sekolah yang menggema itu, aku menghentikan langkahku.
'─Kami ulangi sekali lagi. 232 suara setuju. 247 suara tidak setuju. Dengan 475 suara tidak sah, Calon Ketua OSIS Shiozaki dinyatakan tidak terpilih.'
Gemerisik, gemerisik.
Kehebohan yang tadinya kedengaran dari kejauhan, kini kedengaran sangat nyaring sampai mengganggu telinga.
─Mosi tidak percaya?
Mosi tidak percaya? Apa?
Mengapa…?
'Eum… …ini memang kasus yang sangat jarang terjadi, tetapi sesuai dengan Peraturan Pemilihan Umum Ketua OSIS, Kogawa Yumi dari Kelas XI-G yang telah terpilih sebagai Wakil Ketua OSIS akan naik menggantikan posisi tersebut. Namun─'
"Tung-Tunggu sebentar!"
Aku berteriak seakan-akan mau membatalkan siaran itu.
A-Apa yang terjadi!? Mengapa dalam pemungutan suara kepercayaan biasa, yang sampai sekarang belum pernah sekali pun menghasilkan mosi tidak percaya, bisa jadi kayak gini!? Apa itu berarti janji kampanye Shiozaki-senpai dipandang sangat negatif!?
Tidak, tunggu, bukan itu. Yang aneh itu bukan di situ!
Tetapi di jumlah suara yang tidak sah-lah yang aneh!
Kalau cuma mayoritas yang tidak setuju, aku masih bisa mengerti. Itu berarti semua orang menolak janji kampanye Shiozaki-senpai, jadi aku bisa menerimanya.
Tetapi, kok bisa suara tidak sahnya sangat banyak?
Kesalahan ketik atau kesalahan pengisian sering terjadi… …tidak, bukan itu. Surat suara itu cuma perlu diberi tanda '○' pada salah satu pilihan, setuju atau tidak setuju. Tidak mungkin salah.
Bukan tidak mungkin ada orang yang iseng menulis '×', tetapi jumlahnya terlalu banyak buat itu. Terus, apa ini cuma kesalahan penghitungan? Tetapi dengan jumlah sebanyak ini, mestinya mereka melakukan pengecekan ulang─.
"…Kalau."
Misalkan. Cuma misalkan saja.
Kalau, suara tidak sah inilah yang sebenarnya mewakili kehendak seluruh siswa-siswi di sekolah ini.
Maka artinya yakni.
"Kayaknya mereka mau bilang, 'Aku tidak peduli, lakukan saja sesukamu'..."
Perutku terasa berat.
Sesi Tanya Jawab Daring itu, Pidato Shiozaki-senpai.
Aku memang sudah mendengarkan dan menyaksikan semangat serta pendapat para senpai.
Tetapi, tetap saja.
"Mengapa… …semua orang begitu acuh tak acuh…?"
Mengapa mereka bisa sangat tidak peduli?
Mengapa mereka tidak terpengaruh oleh orang-orang yang sangat bersinar itu?
Mengapa… …kayak gini?
Dunia Nyata itu, tidak semulus di Kisah Komedi Romantis, bukan…?
"─Ah, s*alan!"
Aku menepuk kedua pipiku dengan keras.
"Tenanglah…! Pokoknya, kita mesti memikirkan langkah selanjutnya…!"
Benar. Di tempat kayak gini, bukan waktunya buat bersantai-santai.
Pertama-tama, kita mesti mengumpulkan informasi dan mencari tahu penyebabnya. Setelah itu, kita mesti merumuskan strategi, dan kalau perlu, kita mesti melakukan "Aksi" tertentu.
"Aku tidak mau, aku tidak mau. Aku tidak mau menerima Dunia Nyata yang kayak gini─"
"─Kecuali kalau, memang sudah tidak ada pilihan lain selain menerimanya."
─Tiba-tiba.
Dari pintu masuk, terdengar suara.
Ini memang atap yang tidak boleh dimasuki oleh siswa-siswi biasa.
Jadi, yang datang ke sini selalu cuma dia.
"Ue─"
Tidak.
Bukan.
Aku menoleh ke belakang, lalu melihatnya.
Rambut hitam yang halus. Rok yang agak lebih pendek ketimbang ketentuan. Seragam yang dikenakan dengan santai, serta rambut yang dipotong rapi di bagian bahu, berupa potongan bob lurus.
Dan, di bawah mata kanannya, ada tahi lalat berbentuk air mata yang jadi ciri khasnya.
"─Kiyosato-san?"
Iya, Kiyosato-san ada di sana.
"Sang Heroin Utama" di dalam "Rencana"-ku.
Tanpa menampilkan senyumannya kayak biasanya.
Dengan ekspresi datar, jutek, seakan-akan terdiam.
Setelah Kiyosato-san menyibakkan rambutnya ke telinga kanan—.
Kiyosato-san membuka mulutnya.
"Tidak ada lagi harapan di dalam Dunia Nyata yang kamu mau. Jadi, mari kita akhiri semuanya di sini."
Support kami: https://trakteer.id/lintasninja/Follow Channel WhatsApp Resmi Kami: https://whatsapp.com/channel/0029VaRa6nHCsU9OAB0U370F
Baca juga:
• ImoUza Light Novel Jilid 1-11 Bahasa Indonesia
Baca juga dalam bahasa lain:
Follow Channel WhatsApp Resmi Kami: https://whatsapp.com/channel/0029VaRa6nHCsU9OAB0U370F
Baca juga:
• ImoUza Light Novel Jilid 1-11 Bahasa Indonesia
Baca juga dalam bahasa lain:
