The Revenge of My Youth - Jilid 1 Bab 3 Bagian 2 - Lintas Ninja Translation

Bab 3
Sepulang Sekolah Bersama Gadis Impianku
(Bagian 2)

"Beberapa orang masih belum mengembalikan bukunya, meskipun mereka sudah jatuh tempo pengembaliannya...."

"Orang ini dan orang itu... Mereka mengulang-ulang pelanggarannya..."

Saat aku sedang bertugas, aku secara bertahap ingat kalau komite perpustakaan memiliki banyak tugas untuk dilakukan, seperti membagikan buku baru, menata tumpukan buku, dan mencatat berbagai hal dalam jurnal.

Apa yang baru-baru ini aku kerjakan adalah berurusan dengan orang-orang yang gagal mengembalikan buku pinjaman mereka tepat waktu.

"Apa yang harus kita lakukan? ...Tidak peduli berapa kali aku menghubungi mereka berkaitan dengan tenggatnya, respons mereka sangat tidak ramah...."

"Bahkan jika kamu bertanya padaku begitu.... Baiklah, bagaimana dengan ini? Mari kita gunakan sistem siaran dan memanggil nama mereka saat istirahat makan siang dan memberi tahu mereka untuk mengembalikan buku dengan benar."

"E-ehh? Mereka akan marah jika kamu melakukan hal itu, kamu tahu?"

"Iya, pertama-tama, kita peringati mereka tentang itu, 'Jika kalian tidak mengembalikan buku yang kalian pinjam sampai akhir pekan, kami akan memanggil nama kalian menggunakan sistem siaran.' Sesuatu semacam itu, jika mereka berusaha mengabaikan kita setelah itu, kita akan memanggil nama mereka sungguhan."

Beberapa rekan kerjaku memiliki kebiasaan mengabaikan waktu tenggat mereka yang telah kami sepakati.

Orang-orang yang suka main-main ini mengabaikanku ketika aku menyebutkan hal itu pada mereka.

Di satu titik, aku memutuskan untuk tidak melepaskan mereka begitu saja. Lagipula, aku tidak ingin atasan marah padaku.

Jadi aku mengirimkan surel pada orang-orang itu sambil tidak sengaja mengirimkan atasan dan beberapa orang lain surel yang sama persis yang mengatakan, 'X-san, tenggat untuk tugas yang telah aku tugaskan pada Anda telah lama berlalu. Apakah ada masalah?'

Dan itu berhasil. Orang-orang itu langsung bekerja keras mengumpulkan tugas mereka.

Lagipula, mereka tidak akan ingin atasan mereka memperlakukan mereka sebagai seseorang yang tidak dapat menjaga kata mereka.

"Iya, jika itu sampai seperti itu, aku akan melakukan pemanggilan nama, dan jika ada masalah, aku yang akan urus itu. Ada beberapa siswa-siswi yang menunggu untuk membaca buku populer, jadi aku tidak bisa membiarkan mereka memonopolinya dan tidak mengembalikannya."

"..."

Shijouin-san terdiam. Apa yang terjadi?

Oh, s*al! Aku menggunakan pola pikir usahawan lagi! Bukankah ide ini terlalu ekstrem untuk diterapkan pada siswa-siswi SMA? Apa aku membuat perasaannya tidak nyaman?

"...Iya, kamu benar-benar berubah Niihama-kun. Proses berpikirmu... Kata-katamu... Itu memiliki bobot tertentu padanya..."

"Eh...?"

Aku berkedip, berusaha untuk memahami apa yang dia maksud dari perkataannya itu, tetapi dia mengabaikan kebingunganku saat senyuman cerah muncul dari wajahnya.

"Niihama-kun itu satu-satunya orang yang telah minta maaf ke siswa-siswi yang kecewa karena buku favorit mereka tidak ada di rak."

Dia membicarakan diriku yang waktu itu masih seorang kutu buku pemurung.

"Kamu bertindak lebih dewasa, tetapi sisi lembutmu itu masih ada di sini. Kamu masih menata semuanya sehingga semua orang yang datang ke sini akan bisa menemukan buku yang mereka cari di perpustakaan dengan mudah... Kamu masih mencoba membersihkan buku-buku yang kotor..."

"...Shijouin-san..."

Aku terkejut dengan kata-katanya dan di saat yang sama, aku merasakan bahwa jantungku berdebar.

Dia benar-benar memperhatikanku, meskipun aku seorang cowok pemurung...

"Juga, itu hebat dengan mengubah gaya rambutmu, kamu tampak seperti orang yang benar-benar berbeda! Sekarang aku jadi ingin mencobanya juga!"

"Eh? Shijouin-san, tidak ada yang salah dari gaya rambutmu..."

Gadis ini bilang kalau dia ingin mengubah gaya rambutnya sambil memasang wajah serius seperti itu. Dia tampaknya cukup cantik, apa sih yang sebenarnya ingin dia ubah?

"Iya, kamu paham... Orang tuaku selalu memperlakukanku seperti anak kecil! Ayahku itu terlalu protektif! Aku ingin membuat diriku tampak lebih dewasa!"

Aku terkikik saat mendengar responsnya.

Kedambaannya terhadap kedewasaan benar-benar lucu menurutku karena aku tahu bahwa dia benar-benar serius tentang itu.

Namun, bagiku, yang sudah pernah mengalami kedewasaan sampai aku muak dengan hal itu, aku tidak bisa apa-apa selain berharap kalau waktu kami sebagai anak-anak akan berakhir selama mungkin.

"Muu... Niihama-kun, mengapa kamu menertawakanku seperti itu? Apa kamu mengolok-olokku?"

"Hahaha... Ti-tidak, aku tidak kok, sumpah..."

Aku tersenyum pada Shijouin-san, yang menggembungkan pipinya.

Shijouin-san memang serius terhadap tugasnya, dan aku, seorang budak perusahaan yang bisa menembus batasku ketika berkaitan tentang tugas, bergabung, dan kami berakhir mengerjakan lebih banyak tugas dari yang dibutuhkan.

Ini sudah sehari sejak aku meninggal karena kelelahan, tetapi tugas yang aku kerjakan sangat berbeda dari tugas yang aku kerjakan sewaktu aku bekerja di perusahaan gelap. Aku merasakan kegembiraan dan saat aku mengerjakan tugasku, waktu berlalu.

***

←Sebelumnya           Daftar Isi          Selanjutnya→

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama