Tenkou-Saki no Seiso Karen na Bishoujo ga Mukashi Danshi to Omotte Issho ni Asonda Osananajimi Datta Ken [WN] - Seri 2 Bab 57 - Lintas Ninja Translation

[Peringatan 15+]

baca-tenbin-web-novel-seri-2-bab-57-bahasa-indonesia-di-lintas-ninja-translation

Seri 2
~Pokoknya Gaya Lama Kamu Itu Cuman Boleh di Depan Aku Aja Ya, Ih!~
Bab 57
Rahasia, Ya?

​(Eh, gimana nih...?)

​Buat Haruki, ini emang perkembangan situasi yang buruk banget.

​Tapi buat Isami Ema dan kawan-kawan, ini itu situasi yang paling sempurna.

​Himeko yang kaget langsung sembunyi di balik punggung Haruki, tapi tentu aja mereka gak bakalan ngebiarin hal itu.

​"Hoho, jadi cewek ini temen masa kecil yang diomongin tadi."

​"Tinggi dan cantik ya~, kamu itu setingkat di bawah kami, kan? Eh, seragam itu kan seragam SMP-ku dulu!"

​"Pantesan aja, aku bisa ngerti perasaannya Kirishima-chi."

​"Ah, namaku Isami Ema. Kamu itu Himeko-chan, kan?"

​"Hi-Hyau...!"

​Haruki keinget lagi sama dirinya sendiri beberapa saat yang lalu.

​Kalo Himeko sampe kena serangan pertanyaan mereka yang tanpa ampun, udah pasti Himeko juga bakalan ngebocorin banyak hal.

​Sebenernya itu bukan masalah gede. Fakta kalo Himeko itu adeknya Hayato, ato fakta kalo mereka bertiga sebenernya itu temen masa kecil, bukanlah sesuatu yang perlu disembunyiin.

​Tapi entah kenapa, Haruki ngerasa bener-bener gak suka kalo hal itu terjadi.

"H-Haru-chan..."

"...Ah."

Pada saat itu, ujung seragam Haruki ditarik dengan kenceng.

Pas Haruki noleh dan ngeliat, di sana ada sosok Himeko dengan mata yang geter karena gugup dan cemas, hal itu ngebangkitin lagi kenangan masa lalu.

Pas mereka masih bocil.

Pas Haruki masih sering berlarian di ladang dan gunung bareng Hayato.

Di ajang Pertemuan Kampung Tsukinose ato semacemnya, pas dikelilingin sama orang-orang dewasa yang gak dikenal, Himeko sering banget narik punggung bajunya kayak gini.

(Waktu itu, apa yang aku bilang, ya...?)

Haruki cuman inget kalo Hayato, dengan alesan lagi bertualang, malah asyik jalan-jalan sendirian di sekitar sana.

Himeko emang punya sisi pemalu sejak dulu.

Di sini aku sebagai yang lebih tua mesti ngelakuin sesuatu―perasaan itu pun bangkit di dalem diri Haruki.

(Aku mesti kuat!)

Haruki tersenyum lembut ke arah Himeko, lalu dengan paksa narik tangannya buat misahin Himeko dari Isami Ema dan yang laennya.

"Duh, Hime-chan sampe ketakutan, loh! Jangan keterlaluan begitu, dong!"

"...Ah."

Haruki nolak pinggang sambil ngangkat alisnya. Itu emang pose yang nunjukin dengan jelas kalo Haruki lagi marah.

Ngeliat sosok Haruki yang kayak gitu, Isami Ema nyadar kalo mereka udah bersikap agak keterlaluan. Ema pun jadi orang pertama yang nunjukin muka gak enak ati sambil ngegaruk kepala dan minta maaf.

"Ah, sori, mungkin kami tadi sedikit terlalu semangat."

"Hime-chan baru aja pindah ke sini dan masih belom biasa sama banyak hal. Aku mohon bersikap lembut sama dia, oke?"

​"E-Eh, anu, aku juga tadi kaget... ...so-sori ya udah bersikap aneh!"

​Dan pas Himeko nundukin kepalanya sambil gelagapan, Haruki senyum lebar. Ekspresi Haruki berobah, dia agak jinjit dan ngelus kepala Himeko yang sebenernya agak lebih tinggi dari Haruki.

​"Nah, Hime-chan pinter banget. Cewek baek, cewek baek."

​"Ih, Haru-chan, berenti! Aku kan bukan bocil lagi!"

​Haruki dan Himeko saling becanda satu sama laen.

​Ngeliat keakraban mereka berdua, di mana Haruki yang tampak berlagak kayak seorang kakak dan reaksi Himeko yang meski keliatan gak suka tapi jelas percaya banget sama Haruki, bikin Isami Ema dan yang laennya gam tega buat ikut campur di antara mereka.

​~~~~♪

Terus ponsel pinter seseorang berdering.

"Ah, ini dari Abang. Kata Abang aku disuruh beli susu, yogurt, dan kecap asin... ...eh, semuanya barang yang lumayan berat..."

"Ahaha, nanti aku bantu bawain setengahnya. Makanya, semuanya, sampe jumpa besok, ya."

Abis bilang begitu, Haruki ngasih salam perpisahan dengan senyuman, terus ngajak Himeko buat langsung ninggalin tempat itu.

Isami Ema dan yang laennya yang ditinggal di sana ngelepas kepergian mereka berdua dengan pandangan mata, terus entah siapa yang mulei, mereka mulei ngegumam.

"Mereka keliatannya akrab banget, ya?"

"Iya, aku baru pertama kali liat Nikaidou-san yang kayak gitu."

"Tapi, kalian denger, nggak?"

"Himeko-chan tadi bilang 'Abang', kan?"

"Apalagi Nikaidou-san tadi bilang mo mampir ke rumah Himeko-chan juga...?"

Di dalem obrolan mereka, ada kata-kata yang gak bisa dicuekin gitu aja.

Temen masa kecil yang ketemu lagi.

Keberadaan sosok Abang dari cewek tersebut.

Perobahan pada diri Nikaidou Haruki akhir-akhir ini.

Isami Ema dan yang laennya saling mandang, dan imajinasi mereka pun mulei ngeleset kenceng.

""""Kyaー!!""""

Di depan gerei makanan cepat saji pas senja itu, tereakan melengking cewek-cewek itu bergema dengan keras.

◇◇◇

Abis selesei belanja di supermarket langganan, Haruki sama Himeko jalan bareng menuju apartemen.

Di depan mata Haruki, kepantul bayangan yang berjejer sama gede, beda dari biasanya.

(Abis Hime-chan pindah ke mari, apa ini pertama kalinya kami pulang bareng?)

Pas lagi mikirin hal itu, tiba-tiba Himeko ngajak Haruki ngobrol.

"....Haru-chan, ternyata kamu kalo di sekolah kayak gitu, ya?"

"A-Ahaha... ...apa itu... ...aneh, ya?"

"Hmm, bukannya aneh sih, tapi karena aku udah tau sama sosokmu yang biasanya, jadi rasanya aneh aja, sih? Ah iya, waktu pertama kali kita ketemuan di minimarket pun, kamu juga kayak gitu, ya?"

"Bener juga, ya? Di luar, aku emang biasanya kayak gitu."

"Gitu ya. Kalo gitu, sosok Haru-chan yang sekarang itu rahasia kita aja, ya?"

Himeko pun nyeringei dan ketawa nakal.

(...Ah.)

Rahasia.

Kata itu ngeresap ke dalem dada Haruki, dan Haruki pun nyadar sama jati diri dari perasaan gak enak yang gak tau penyebabnya apaan tadi.

"Ada apa, Haru-chan?"

"Kh! Nngh, bukan apa-apa! Rahasia... ...iya, bener, rahasia, ya!?"

Haruki terus ngucapin kata rahasia berkali-kali.

Kalo dipikir-pikir, itu emang emosi yang kekanak-kanakan.

Haruki cuman ngerasa kalo hubungannya yang penuh rahasia sama Hayato saat ini merupakan bukti kalo hubungan mereka itu sesuatu yang istimewa, dan Haruki bukannya gak pengen orang-orang di sekitarnya tau soal itu.

"Kira-kira makan malem hari ini apaan, ya?"

"Entahlah?"

Haruki ngalihin topik obrolan buat nutupin rasa malunya.

Haruki ngerasa jengkel sama dirinya sendiri, tapi dia tetep ngelangkah menuju apartemen Hayato dan Himeko dengan suasana ati yang entah kenapa kerasa enak.

Kalo dipikir-pikir, makan malem setiap hari di rumah temen masa kecil itu bukanlah hal yang biasa. Kalo orang-orang tau, entah kesalahpahaman kayak apa yang bakalan muncul. Makanya, hal ini pun mesti jadi rahasia.

(Tapi, aku pengen lebih...)

Haruki tau kalo ini kekanak-kanakan. Tapi, Haruki malah pengen numpuk lebih banyak lagi hal-hal yang penuh rahasia kayak gitu.

Sebuah apartemen 10 lantai buat keluarga.

Rumah baru sang temen masa kecil yang tanpa nyadar udah mulei sering Haruki kunjungin.

Perasaan yang mulei nunjukin perobahan sedikit demi sedikit, juga bikin kata-kata yang Haruki ucapin ikut berobah.

"Aku pulang―eh?"

"Abang, ini udah aku beli―loh, tumben banget."

"Ah, kalian lambat, ya?"

Dan Haruki pun terpaku ngeliat pemandangan ruang tamu yang nunjukin perobahan beda dari biasanya.

"Ya, met dateng."

Selaen sosok punggung Hayato yang udah biasa Haruki liat lagi masak, ada seorang pria paruh baya yang lagi nyantai di sofa. Pria itu, yang keliatan agak lebih tua dari apa yang ada dalem ingatan Haruki, nyambut mereka dengan senyuman lebar.

Sosok yang sama sekali gak keduga.

Namun, keberadaan beliau di sini itu hal yang wajar banget.

"La-Lama banget gak ketemu, Om..."

Haruki yang balik masang imej cewek anggun lagi, nundukin kepalanya dengan sopan dan nyapa dengan nada tegang.

Hayato dan Himeko mandang Haruki dengan muka heran.

Pria itu―Kirishima Kazuyoshi, itu Papanya Hayato sama Himeko, dan pastinya, beliau itu orang dewasa yang tau alasan kenapa Haruki ada di Tsukinose pas masih kecil dulu.

Catatan Author:

\Meong/

    ∧ ∧___

   /(*゜ー゜) /\

 /| ̄∪∪ ̄|\/

   |  しぃ   |/

     ̄ ̄ ̄ ̄

Follow Channel WhatsApp Resmi Kami: https://whatsapp.com/channel/0029VaRa6nHCsU9OAB0U370F

Baca juga:

• Versi Light Novel

• ImoUza Light Novel Jilid 1-11 Bahasa Indonesia

Baca juga dalam bahasa lain:

Bahasa Inggris / English

←Sebelumnya  Daftar Isi  Selanjutnya→

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama