Shimotsuki-san wa Mob ga Suki [WN] - Seri 3 Bab 159 - Lintas Ninja Translation

baca-shimotsuki-san-wa-mob-ga-suki-wn-seri-3-bab-159-lintas-ninja-translation

Bab 159
Kalau Aku Bisa Jadi Orang yang Istimewa Buatmu

Rambut merah mudanya merusak pemandangan.

Aku tidak pernah merasa sekesal itu karena disukai sebelumnya.

"Maaf? Aku barusan memang bicara padamu tiba-tiba, ya…, tetapi aku cuma mau memastikan kalau kamu paham soal ini."

Meskipun dia bicara padaku, aku terus berjalan tanpa henti.

Namun, Kurumizawa-san mengikuti di belakangku habis-habisan.

"Perasaanku masih persis kayak yang aku bilang kemarin… Iya, aku memang mau mengklarifikasi siapa sainganku."

Saingan?

Tidak, maafkan aku tetapi... ini memang kisah komedi romantis yang bahkan bukan kompetisi dari awal.

Buatku, Shiho itu tetap yang terbaik.

Mustahil peringkat itu akan berubah.

"Iya. Shiho memang seseorang yang istimewa buatku yang aku cintai… Kami memang belum pacaran, tetapi dia juga seorang cewek yang sedekat mungkin dengan hubungan itu. Jadi aku tidak bisa menerima… perasaan Kurumizawa-san."

Aku memberi tahunya dengan jelas.

Aku menolak untuk bilang omong kosong lagi.

Seorang cewek normal… atau mungkin manusia normal akan tertekan dan menyerah kalau lawan jenis yang dia sukai bilang hal semacam itu… Berbenturan lebih jauh denganku cuma akan menyakitinya. Untuk melindungi diri sendiri, wajar untuk mundur pada saat ini.

Tetapi, Kurumizawa-san itu keras kepala.

"Sekarang, mungkin memang begitu…, tetapi kamu tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang, bukan? Aku tidak jatuh cinta padamu dengan perasaan yang biasa saja semacam itu."

Terluka dan babak belur, dia masih bilang kalau dia akan bangkit untuk kesempatan itu.

"Aku akan melakukan apa saja untuk jadi… orang yang istimewa buatmu. Aku tidak akan menyerah, aku tidak akan menyerah!"

Aku pusing dengan cintanya yang buta dan berpikiran tunggal.

(Kamu tidak punya alasan...)

Dia tidak dapat memberiku alasan yang jelas mengapa dia jatuh cinta padaku.

Dia secara tidak normal jatuh cinta pada seseorang yang entah mengapa dia cintai… Aku masih merasa kayak itu saat konsep 'oportunisme' terlibat di dalamnya.

Aku penasaran apa cintanya benar-benar 'nyata'… Iya, aku memang tidak bisa menerima perasaan itu.

Dengan begitu, hasilnya tetap sama.

Aku masih suka Shiho dan itu tidak akan pernah berubah.

"Jadi begitu, ya. Jadi Shimotsuki itu sainganku. ...saingan yang tangguh. Nakayama memang sangat disukai oleh cewek yang imut dan menawan."

"Bukan aku yang hebat. Shiho itu memang istimewa."

"Kalau begitu kamu juga pasti istimewa, sampai dicintai oleh seseorang yang begitu istimewa, bukan?"

…Tidak peduli seberapa besar aku merendah diri, Kurumizawa-san akan menegaskannya.

Tidak peduli berapa banyak aku mencoba untuk menyangkal itu dengan kata-kata sederhana, dia masih akan mendatangiku tanpa pandang bulu.

Bagian itu memang membuat depresi.

"…Maaf, aku akan pergi sekarang."

Terpaksa, aku mempercepat langkahku. Aku sekarang sangat mau menjauh darinya.

"Jadi begitu ya… maaf aku memaksamu untuk ikut denganku. Tetapi aku menikmati obrolan  ini denganmu."

Setelah bilang sebanyak itu, dia akhirnya berhenti.

"Sampai jumpa besok?"

Lalu dia berbalik dan kembali ke arah dia datang.

Mungkin arah rumahnya berlawanan... dan dia mengikutiku, meskipun rumahnya jauh.

Aku tiba-tiba menyadari kalau aku benar-benar jengkel pada hal semacam itu.

"Apa... ...orang macam apa aku ini?"

Aku melihat kembali ke diriku sendiri.

Menengok ke belakang dengan kepala dingin, aku sadar... mengapa aku sangat kasar pada Kurumizawa-san?

Aku jarang sekali tersinggung dengan cewek-cewek yang bicara padaku sebelumnya.

Paling tidak, aku harusnya tidak merasa kesal dengan Kurumizawa-san, tetapi... aku merasa ngeri karena kepribadianku sudah berubah sebelum aku menyadarinya.

Ini memang membuat depresi.

Mengganggu.

Merepotkan.

Aku sedang memikirkan semua hal itu, dan tiba-tiba aku mulai merasa mual.

Bahkan dengan mempertimbangkan faktor kalau Shiho sedang terkena flu dan tidak dapat menyisihkan waktu, itu masih merupakan hal yang tidak dapat dijelaskan untuk dikatakan dan dilakukan.

"Br*ngs*k…"

Aku merasa kayak Ryuzaki dalam situasi ini.

Aku merasa kayak orang br*ngs*k yang sombong pada seorang cewek yang menyukaiku, dan itu membuatku merasa terhina.

Lagipula aku itu memang aneh.

Aku jadi gila karena kasih sayang dari Dewa Komedi Romantis.

Support kami: https://trakteer.id/lintasninja/

←Sebelumnya            Daftar Isi         Selanjutnya→

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama