Shimotsuki-san wa Mob ga Suki [WN] - Seri 3 Bab 139 - Lintas Ninja Translation

baca-shimotsuki-san-wa-mob-ga-suki-wn-seri-3-bab-139-lintas-ninja-translation

Bab 139
"Kekuatan Manusia" Tuan Protagonis

Apa sih yang cowok ini mau?

Aku kira ia sudah berhenti sekolah, tetapi lalu ia tiba-tiba muncul di depanku, dan ia juga tersenyum tanpa alasan yang jelas.

Ia kira ia itu "karakter mob" dan karena beberapa alasan berusaha membuatku dalam suasana hati yang baik, dan itu sangat menjengkelkan.

"Apa maksudmu? Ada alasan apa sampai-sampai kamu mesti bicara denganku? Hei, Ryuzaki… aku tidak mengerti perilakumu saat ini."

Aku tidak mengerti narasi dalam apa yang kamu lakukan saat ini.

Tampaknya apapun yang kamu katakan atau lakukan tidak meramalkan apapun yang akan terjadi di masa mendatang. …Tujuan apa yang mau kamu raih?

"Tidak? Itu bukan alasan besar, kok. Aku cuma berpikir untuk datang ke sekolah besok... Banyak hal yang terjadi padaku dan Nakayama, bukan? Aku rasa aku akan membuat perbedaan yang tegas untuk selamanya."

"Perbedaan? Kamu? Aku?"

Apa sih yang ia bicarakan?

Kamu tidak punya salah apa-apa untuk meminta maaf padaku.

Tidak ada hal buruk yang sudah dilakukan padaku.

Aku rasa orang yang mestinya kamu minta maafkan yakni cewek-cewek yang terus-menerus kamu injak-injak.

Aku mengangkat alis mataku pada pernyataan yang tidak dapat dijelaskan itu.

Aku memutuskan untuk mendengarkan apa yang ia katakan.

"Iya, aku memang sudah salah tentangmu dalam banyak hal… Maaf. Jujur saja, aku memandang rendah Nakayama. Aku kira kamu itu orang yang lebih rendah dariku, dan aku sudah meremehkanmu. Jadi saat Shiho dan Mary bilang kalau mereka menyukaimu, aku sangat marah. Tetapi itu… merupakan sebuah kesalahan."

Kesalahan? Bukan, itu bukan apa-apa, seperti yang kamu kira, aku ini orang yang tingkatnya lebih rendah.

Memang benar, ada beberapa hal yang aku punya yang tidak dimiliki Ryuzaki. Tetapi, meski mungkin ada beberapa bagian internal yang sedikit lebih baik dari Ryuzaki, namun dalam hal status, aku jelas lebih rendah ketimbang Ryuzaki.

Tetapi Ryuzaki membantahnya.

"Nakayama selalu jadi orang yang tingkatnya lebih tinggi dariku. Aku akhirnya menyadari kalau… Maafkan aku atas segala hal yang sudah aku katakan padamu… Aku akan jadi lebih dewasa mulai esok hari, jadi aku harap kamu tidak terlalu banyak merundungku."

"Hah?"

Sekali lagi, aku meninggikan suaraku.

Aku benar-benar tidak mengerti. Aku tidak pernah jadi perundung, ingat?

Tentu saja, aku sudah menerima banyak hal buruk, tetapi aku tidak terlalu bangga untuk tersinggung pada setiap hal buruk itu.

Jadi mengapa?

Mengapa cowok ini punya pemikiran yang salah?

"Apakah kamu bercanda, Ryuzaki? Aku tidak marah, aku tidak pernah merundung siapapun, dan aku tidak pernah meminta maaf atas apapun. Aku tidak mengerti… Menurutmu apa sih yang sedang kamu bicarakan…?"

Aku bertanya apa alasannya.

Apa alasan mengapa kamu sangat rendah hati padaku? …Ryuzaki akhirnya bilang jawaban dari pertanyaan itu.

"Karena Nakayama itu sang protagonis, bukan? Kamulah yang dijanjikan untuk menang, bukan? Jadi jangan terlalu memusuhiku, seorang karakter mob… Makanya memang akulah melakukan semua kesalahan ini. Maksudku… aku cuma memintamu untuk memperlakukanku sebagai karakter mob di sekolah. Karena saat kamu terlibat denganku, yang aku lakukan cuma kalah saja."

S**l*n.

Jadi begitu maksudnya... Sudah kuduga... Kamu itu benar-benar manusia yang putus asa, Ryuzaki.

"Aku, jadi sang protagonis?"

Satu-satunya yang membiarkanku ada di posisi itu yaitu cewek yang berharga itu.

Kamu sangat tersesat. Kalau aku ini memang sang protagonis, aku akan jalani kehidupan yang berbeda.

Aku sama sekali tidak menyesal.

Tetapi kalau memang aku jadi sang protagonis, aku tidak akan pernah dekat dengan Shiho… dan aku akan dapat membuat ketiga cewek yang kamu bikin tidak bahagia jadi bahagia.

Dengan kata lain, aku, aku pribadi, sudah kehilangan banyak hal yang terhitung dan mengatasi kemunduran. Seseorang seperti aku pun sudah menyingkirkan masa lalu dan terus melangkah maju.

Tetapi si Ryuzaki ini masih belum bisa melakukannya.

Aku mengerti keterkejutannya karena dicampakkan oleh Shiho dan Mary. Dapat dimengerti juga kalau ia sudah patah hati dan merasa frustrasi.

Tetapi Ryuzaki tidak bisa melupakan hal itu.

Selama satu setengah bulan terakhir. Ia merenung dan mengurung diri dalam kandangnya, dan aku rasa kesimpulan yang ia dapat itu… "ini".

–Kotaro Nakayama itu 'sang protagonis'.

Makanya Ryuzaki kira ia sudah kalah…

Itu memang bukan salahku. Kisah ini memang buruk. Ini salah dari pemilihan peran. Kebetulan akulah yang tidak terpilih. Aku memang kalah dari Nakayama karena nasib buruk. Bukan berarti Nakayama itu lebih unggul sebagai manusia. Ia cuma kebetulan beruntung.

Aku akhirnya memahami kata-kata yang tersirat itu dan mengeluh tanpa sadar.

(Sang protagonis yang dibentuk oleh oportunisme itu... memang sangat rapuh, bukan? Tanpa bantuan si heroin, ia benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa.)

Lemah. Sebagai manusia, ia itu benar-benar tidak dewasa.

Ia itu memang cowok yang paling buruk… selalu membuat-buat alasan, menginjak-injak perasaan orang lain, dan yang terpenting, ia itu… memang cowok yang paling buruk.

Support kami: https://trakteer.id/lintasninja/

←Sebelumnya         Daftar Isi            Selanjutnya→

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama