[Peringatan 15+]
Seri 5
―Meskipun, Aku Udah Gak Bisa Lagi Perlakuin Kamu dengan Frekuensi yang Sama
Bab 190
Cie, Ditolak!
#190 (2933)
Abis digoyang sama kereta selama 20 menit lebih dikit, mereka tiba di tujuan.
Stasiun yang ngebanggain jumlah penumpang paling banyak di dunia ini mirip kayak benteng rumit ato labirin raksasa, dengan kerumunan orang yang beriringan ngalir gak ada henti-hentinya bagaikan kali.
Meskipun Hayato udah beberapa kali maen ke mari, kalo sampe lengah rasanya bakalan ikut keseret entah ke mana, dan ia masih belom bisa terbiasa.
Apalagi Saki yang baru pertama kali kunjungan ke sini, dia bener-bener kewalahan dan pusing dibuatnya.
"Wa-Wa-Wah, orangnya banyak banget!?"
"Ahaha, Saki-chan lewat sini~ Nih, pegang tanganku."
"Euh~"
Saki yang hampir ketelen sama lautan manusia dan kebawa entah ke mana dibantuin sama Himeko, terus mereka terus gandengan tangan biar Saki gak nyasar.
Pemandangan yang kebalikan dari biasanya itu bikin senyuman Hayato ngembang.
Meskipun begitu, mungkin karena toko-toko dan iklan yang melimpah di dalem gedung stasiun kerasa asing buatnya, Saki yang matanya ngelirik ke sana-kemari keliatan persis kayak cewek kampung yang baru masuk kota.
Pas Hayato ngawasin punggung Saki dari belakang dengan anget, mata Hayato ketemuan sama mata Haruki yang lagi terkekeh pelan.
"Saki-chan ternyata punya sisi kekanak-kanakan kayak gitu juga, ya."
"Aku paham sih rasa antusiasnya, aku dulu juga gitu. Tapi bukan cuman itu aja."
"Hm?"
"Aku mikir apa mungkin Saki-san udah mulei bisa nunjukin muka aslinya ke kita tanpa sungkan… …kayak yang dia nyatain hari itu."
"…Gitu ya. Bener juga, ya, hm, pasti."
Sambil bilang gitu, Haruki agak naekin alisnya dan senyum kecil.
◇
Gak lama abis itu, Monumen Burung yang jadi lokasi janji ketemuan mereka mulei keliatan.
"Monumen Burung! E-Eh, Hime-chan, Monumen Burungnya beneran ada!?"
"Kalo aku ya, pas pertama kali liat ini, kerasa jauh lebih kecil dari yang aku bayangin, loh~"
"Bener banget! Padahal terkenal banget padahal!"
""Kan~!""
Saki tampak semangat ngeliat simbol yang selama ini cuman bisa dia liat lewat tipi ato internet. Himeko pun anyut sama antusiasme Saki.
Di tengah kehebohan mereka berdua, di luar dugaan ada suara nyantei yang nyapa, "Yo."
"Hari ini kalian keliatan makin modis, ya. Cocok banget, loh. Keliatan agak lebih dewasa dari biasanya, ya?"
Himeko noleh dengan ekspresi tertegun bingung.
Saki terdiem kaget, matanya ngerjap-ngerjap.
Sosok yang ada di ujung pandangan mereka berdua itu Kazuki, yang hari ini aura kinclongnya makin kepancar ketimbang biasanya. Sambil ngulum senyuman ramah yang disukain sama banyak orang, Kazuki ngelambein tangannya pelan.
Saling tatapan sejenak.
Gak lama abis itu, Himeko yang nyadar sama situasinya langsung berseru, "Ah!"
"Kazuki-san! Jangan-jangan kamu abis nyukur rambut, ya?"
"Peka banget ya. Eum, gimana menurutmu?"
"Cocok, kok~ Kerasa makin ganteng dibanding sebelomnya! Aku juga sempet pangling sebentar, malahan mikir 'Apa aku lagi digoda, nih!?' loh!"
"Ahaha, digoda gimana, sih. Himeko-chan kan secewek ini, pasti sering digodain sama cowok, kan?"
"Gak lah, mana ada, gak pernah samsek. Terus kamu nyukur rambutnya di salon kecantikan, ya?"
"Iya, Kakak ngerekomendasiin salon langganannya ke aku."
"Wah! Kazuki-san punya Kakak!? Orangnya kek gimana!? Ada fotonya, gak!? Pengen ketemu, deh~"
"Eum, nanti kalo ada kesempetan, ya."
Pas Kazuki nyeritain kalo ia punya kakak, mata Himeko langsung berbinar-binar.
Kazuki pun dibikin kewalahan.
Berusaha ngalihin obrolan, Kazuki ngedarin pandangannya dan nyadar sama Saki yang berdiri di samping Himeko.
"Ngomong-ngomong, cewek di sebelahmu ini…?"
"Ah, ini Saki-chan! Sahabatku dari dulu. Terus, Saki-chan, ini Kazuki-san. Temennya Abang!"
"Fueh!? Mu-Murao Saki… …eum, salken…"
Tiba-tiba diajak ngobrol, Saki emang kaget tapi tetep ngebongkokin kepalanya dengan sopan.
"Sekali lagi salken, aku Kaidou Kazuki. Ngomong-ngomong, kamu juga pernah dateng ke Okashitsukasa Shiro kemaren, kan?"
"Eh? Eum…"
Saki masang muka bingung, seakan-akan mikir 'Apa iya, ya?'.
Ngedenger nama Okashitsukasa Shiro, Himeko yang bereaksi langsung ngelangkah maju seakan-akan pengen ngedesek Kazuki.
"Ah iya, Kazuki-san juga mulei kerja paruh waktu di sana, ya? Waktu itu aku kaget, loh, ih!"
"Cuman sekali-sekali bantu-bantuin aja, kok. Hari itu kebetulan aku denger mereka lagi kekurangan orang."
"Heh, tapi keliatan jago banget, loh? Kalo ngelayanin pelanggan dengan gaya mirip host kayak waktu itu, pasti bakalan populer, deh!"
"Ahaha, itu kan karena yang dateng itu Himeko-chan dan kawan-kawan. Kalo aku lakuin itu ke pelanggan laennya, bisa-bisa diomelin, loh."
"Ah gitu ya, semacem layanan khusus buat adeknya rekan kerja (Abang), ya."
"Kalo buatku sih, aku pengen kamu nganggepnya bukan karena kamu itu adeknya Hayato-kun, tapi justru karena kamu itu temenku."
"Hah?"
Kazuki ngedipin satu matanya pas bilang gitu.
Himeko sempet tertegun sejenak, tapi tiba-tiba dia kayak nyadar sama sesuatu terus nepok tangannya.
"Aha, kali ini kelanjutan godaan yang tadi, ya? Kazuki-san lucu banget~!"
"…Bagus, deh, kalo kamu suka."
Himeko ketawa riang.
Di ujung bibir Kazuki ada sedikit kedutan, tetapi ia langsung nempelin kedok (senyuman) ramah lagi ke mukanya.
"Ngomong-ngomong hari ini, Ema-san sama pacarnya dateng juga, kan?"
"Ah, kalo Iori-kun sama Isami-san, mereka udah ada di sana."
Pas Kazuki ngarahin pandangannya, di sana tampak sosok Iori sama Isami Ema.
Mereka berdua saling tegang karena gugup, nundukin muka mereka yang merah, dan saling ngalihin pandangan mereka.
Tapi, mereka gandengan tangan dengan erat.
Ngeliat hal itu, mata Himeko seketika berbinar-binar, terus ngeluncur nyerbu sambil narik Saki.
"Kya~! Ema-san, Ema-san, apa hubungan sama pacarnya makin deket, ya!? Udah sejauh mana nih!? Minimal cipokan—"
"Hi-Hime-chan, tunggu dulu~! Mereka ini pasangan kekasih yang kamu ceritain itu, kan!?"
"A-Ahaha…"
Terus Isami Ema yang nyadar sama kedatengan Himeko ngukir senyuman canggung sambil ngelambein tangannya nyambut Himeko. Bareng Saki, obrolan mereka pun makin asyik.
Semua itu kejadian dalem sekejap mata.
Pas Kazuki yang ngamatin kejadian itu senyum kecut, dari belakang Haruki ngelontarin suara bernada ngegoda.
"Aduh, Kaidou, lo malah ditolak, tuh."
"…Bener juga, ya, jangankan itu, jadi temenan aja keliatannya susah banget."
"Lagian Kaidou, jangan-jangan lo lagi ngincer Hime-chan?"
"Gak lah! Bukan gitu. Himeko-chan itu cewek yang imut, dan gue cuma ngerasa pengen bisa lebih akrab aja, sih."
"Heum? Yah, Hime-chan emang imut, sih… ...kan, Hayato?"
"…Jangan lempar ke aku, dong."
Pas topik soal adeknya diarahin ke Hayato, ekspresi muka Hayato jadi susah bukan diartiin.
Tatapan ngegoda dari Haruki kini juga ditujuin ke Hayato.
Sambil ngegaruk-garuk kepalanya buat ngalihin peratian, Hayato ngedehem pelan "Ehem" demi nata lagi suasana.
Terus, Hayato ngamatin Kazuki dengan seksama.
Sekilas emang keliatan sama kayak biasanya, tapi meskipun gak bisa nyebutin secara pasti bagian mana yang berobah, ada kesan kalo Kazuki keliatan jauh lebih seger ketimbang biasanya.
Pasti ada sesuatu kayak dorongan semangat—mirip pas Himeko pengen pergi keluar—yang lagi mempan pada Kazuki.
'Pantesan aja,' pikir Hayato sendirian sambil paham, terus nyoba nanya sama Kazuki.
"A-Ah, gaya rambut itu, nyukur di salon kecantikan, kan? Eum…"
"Hayato-kun mo ke salon kecantikan… …ah iya, nanti kapan-kapan aku kasih tau, ya."
"Sori ya, itu ngebantu banget, makasih."
"Hahaha, hal sepele beginian mah nyantei aja."
Kazuki emang sempet nunjukin rasa kaget sejenak, tapi ia gak ngegoda Hayato kayak Haruki sama yang laennya. Kazuki justru ngelirik sebentar ke arah cewek-cewek itu, terus ngebales dengan nada suara yang seakan-akan bisa mahamin situasinya.
Hal itu bikin Hayato ngerasa seakan-akan isi atinya udah dibaca sampe-sampe kerasa canggung, dan saat itulah Haruki di samping Hayato ngegumam pelan.
"Keinginanmu itu, apa jangan-jangan gara-gara Saki-chan?"
"Entahlah, gimana, ya… …mungkin aku terpengaruh ngeliat kegigihan Saki-san yang berusaha ngerobah dirinya sendiri."
"…Gitu ya."
Pas Hayato bilang gitu dengan malu-malu, Haruki senyum ambigu dengan raut muka yang agak serba salah.
Support kami: https://trakteer.id/lintasninja/
Follow Channel WhatsApp Resmi Kami: https://whatsapp.com/channel/0029VaRa6nHCsU9OAB0U370F
