Gimai Seikatsu - Musim 1 Episode 1

Episode 1
Apa yang Akan Terjadi Ketika Dua Saudara dengan Sifat Berlawanan Mulai Hidup Bersama?


Gimaiseikatsu 1

Narasi:

Ayase Saki: "Gaya hidup seperti apa yang akan terungkap ketika seorang anak laki-laki asosial dan seorang gadis gyaru* SMA menjadi adik kakak?" (TL Note: Gyaru)

Intro <berlatar di jalanan>:

Asamura Yuuta: (Namaku Asamura Yuuta. Aku seorang siswa SMA kelas XI. Aku memang memiliki teman, tapi tidak terlalu banyak relasi untuk dibanggakan ~~ yang bisa disebut tipe asosial. Seperti yang mungkin bisa kalian ketahui, aku telah menjalani hidupku tanpa terlalu banyak berinteraksi dengan gadis-gadis, tetapi ... Pekan lalu ... Ayahku tiba-tiba memutuskan untuk menikah lagi, dan aku mendapatkan adik tiri perempuan. Tentang bagaimana kehidupan baruku dengan adik tiri itu... Aku mencoba membayangkannya sebagai siswa SMA.)

Delusi Yuuta <latar di depan pintu keluar rumah>:

Ayase Saki: "Selamat pulang kembali, Abang*! Kerja bagus atas pekerjaan paruh waktu Abang seperti biasanya! Makan malam dan mandi siap untuk Abang. Atau apakah Abang lebih memilih untuk ... ~ Haruskah kita pergi ke kamar kita sekarang** ... Dan melakukan segala macam 'hal yang menyenangkan' sepanjang malam?" (TL Note: 1. Abang atau Onii-Chan terserah kalian ya, bebas. 2. Di versi visual novel atau YouTube anime ini Saki dan Yuuta tidur di kamar yang sama cuma beda kasur.)

Tema Pembuka:

Asamura Yuuta: "Kakak tiri laki-laki yang asosial dan biasa-biasa saja"

Ayase Saki: "Adik tiri perempuan yang tidak asyik dan terlihat seperti gyaru dari luar."

Keduanya: "Apa yang akan terjadi jika dua kutub yang berlawanan itu bersatu menjadi adik kakak. Hari-Hari Bersama Adik Tiri (Gimai Seikatsu)."


Cerita Utama (Masih di Delusi Yuuta):

Asamura Yuuta: "Ha-Hal yang menyenangkan?"

Ayase Saki: "Ayolah, jangan membuatku mengatakan sesuatu yang memalukan seperti itu. Itu sudah jelas, kan?"

Asamura Yuuta: "Glek..." (TL Note: Suara Tegukan!)

Ayase Saki: "Ki... Ta... Ber... Du... A.... Akan bermain permainan Old Maid sampai puas." (TL Note: Old Maid, sejenis permainan kartu)


Kembali ke Kenyataan <latar di jalan>:

Asamura Yuuta: (Benar-benar delusi yang gila, kan.)

Ayase Saki: "Ah, selamat pulang kembali, Asamura-kun. Kamu terlambat. Habis bekerja paruh waktu, ya?"

Asamura Yuuta: "Ya, kurang lebih seperti itu. Ayase-san. Bagaimana makan malamnya?" 

Ayase Saki: "Aku sudah makan sesuatu."

Asamura Yuuta: "Kamu sudah membuat sesuatu ya? Ngomong-ngomong, apa ada yang tersisa buatku...?"

Ayase Saki: "Hah? Tidak?"

Asamura Yuuta: ".... Baiklah aku mengerti, jadi tidak ada sisa buatku ya..."

Ayase Saki: "Eh, Apa? Mengapa kamu terdengar sangat kecewa? Maaf, apa aku mengatakan hal yang aneh?!"

Asamura Yuuta: "Tidak tidak tidak, tidak sama sekali, tidak sama sekali, oke?"

Ayase Saki: "Benarkah? Baiklah kalau begitu.... Tunggu, apa kamu ingin... aku membuatkan sesuatu untukmu?"

Asamura Yuuta: "Tidak tidak tidak, tidak usah dipikirkan soal itu. Maaf karena mengatakan hal yang aneh seperti itu... Aku benar-benar minta maaf... Aku mau mandi dulu." <berpindah latar di kamar tidur.> (Aku benar-benar kabur... Ayase-san benar-benar tidak terasa seperti adik perempuan... Berbicara dengannya terasa sangat... tidak asyik. Dan sangat datar, kan. Rambut pirang, tindikan, udelnya terbuka. .. Dia benar-benar seorang gyaru! Meskipun ulang tahunku lebih awal darinya, tetapi kami pada dasarnya seumuran juga. Jadi, agar aku tidak mengatakan hal aneh yang bisa membuatnya membenciku, aku mungkin harus menjaga jarak di antara kita, ya...)

<Sementara itu di ruang tamu.>

Ayase Saki: (Ahh, aku kira aku nengacau. Caranya mengatakan itu terdengar, dia jelas terganggu akan suatu hal. Mungkin dia lebih suka jika aku membuatkannya sesuatu? dalam benaknya ' ... apa itu buku strategi komunikasi, dan aku pikir aku hanya melakukan itu ... Jika beberapa wanita yang tidak dikenal tiba-tiba mulai membuatkannya makanan, dia mungkin akan terganggu oleh fakta bahwa dia tidak bisa makan apa yang dia mau lagi. Yang ada, aku hanya akan merepotkan jika aku tiba-tiba bertingkah seperti keluarganya. Kupikir itu akan menjadi jarak yang tepat untuk kita... Hmm, anak laki-laki benar-benar rumit, ya. Belum lagi ini, cukup berbeda dari gaya hidup yang kubayangkan setelah mendengar banyak dari temanku.)

Delusi Saki <berlatar di kamar tidur>:

Asamura Yuuta: "Kamu benar-benar beruntung, Saki... ...Dan pada saat yang sama, kamu benar-benar malang. Semua pria yang akan kau temui mulai sekarang... ...bahkan tidak bisa berharap untuk dibandingkan dengan standar contoh yang sempurna yaitu diriku. Sekarang adalah kesempatan terakhirmu untuk memikirkannya. Setelah kita bertukar sumpah kita sebagai adik kakak, tidak akan ada jalan untuk kembali."

Ayase Saki: "Tunggu, jangan mendekat. Aku belum mempersiapkan diriku secara mental saat ini."

Asamura Yuuta: "Tidak perlu takut. Seorang lelaki tampan dan seorang wanita cantik akan tinggal di bawah atap yang sama. Hanya ada satu hal yang dilakukan, kamu setuju kan?"

Ayase Saki: "Apa... Itu..."

Asamura Yuuta: "Ya, kita akan melakukannya sampai pagi. ....Kita berdua akan... bermain permainan Old Maid, itu saja."

Kembali ke Kenyataan:

Ayase Saki: (Ya, tidak akan terjadi. Belum lagi Asamura-kun sepertinya kebalikan dari pria angkuh seperti itu. Yah, jenis keseharian yang normal terdengar jauh lebih baik bagiku.) "Ah, Asamura-kun. Apakah kamu punya waktu sekarang?"

Asamura Yuuta: "Hah? Ya, tentu. Apa ada?"

Ayase Saki: "Kamu tahu, kita baru saja tinggal bersama, kan. Kupikir akan menjadi sempurna, jika kita saling mengetahui satu sama lain."

Asamura Yuuta: "Ya, itu masuk akal."

Ayase Saki: "Dalam rangka untuk kita memahami kepribadian, emosi, pola pikir kita masing-masing dan banyak lagi... Bagaimana kalau kita melakukan *itu* malam ini?"

Asamura Yuuta: "Itu... Apa yang kamu maksud... *Itu*? Kita hampir tidak mengenal satu sama lain... Tapi kurasa kamu benar. Kamu menahan rasa malumu, dan bahkan mengajakku seperti ini...! Ayo lakukan! Agar kita bisa mengenal lebih dalam satu sama lain."

Ayase Saki: "Baiklah, kalau begitu, mandilah, lalu setelah kamu selesai makan malam, datanglah ke kamar kita, oke? Aku sangat menantikannya... Bermain permainan Old Maid, itu saja."


Pesan Penutup:

Asamura Yuuta: "Terima kasih sudah menonton, pastikan untuk B*rl*ngg*n*n, ikuti kami di T**tt*r."


Bonus:

Ayase Saki: "Mungkin kita kelebihan, sudah sepuluh ronde? ...Kamu masih mau main lagi?"

Narator: "Setelah itu mereka bermain Old Maid seperti orang gila."

                               Daftar Episode       Selanjutnya→

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama